1. Kekurangan dan kelebihan Debian GNU/LINUX 
    Beberapa kekurangan Debian GNU/LINUX, yaitu :

a. Kurangnya program propietary popular. Karena memperjuangkan komitmen free software maka distribusi Debian GNU/Linux tidak bisa memasukkan berbagai program dengan lisensi yang tidak kompatibel.
b. Waktu pembuatan stable yang lama dan kurangnya program dengan versi baru. Sebagian besar user  yang tridak memiliki koneksi internet broadband, umumnya menggunakan cabang stable dari debian GNU/Linux, yang memang berisikan program dengan versi yang sedikit kuno. Kekurangsn yang satu in  bisa diatasi dengan menggunakan cabang unstable atau testing, yang lebih membutuhkan koneksi iternet apabila sistem ingin terus di-update.
c. Tidak ada kontrol center terpusat berbasis GUI/TUI. Debian banyak mengandalkan tool single command-line untuk melakukan konfigurasi. Bagi sebagian pengguna, kekurangan yang satu ini bisa menjadi kelebihan.
d. Kurangnya dukungan akan perangkat keras. Hal ini bisa disebabkan karena masalah lisensi ataupun masalah teknis.
 
   Beberapa kelebihan Debian GNU/Linux, antara lain :
a. Dibuat dan didukung oleh komunitas dengan kontrol kualitas yang tinggi.
b. Pemaketan dan kontrol kualitas yang sangat baik dan konsisten, serta jumlah paket yang sangat besar. Setiap paket deb telah diatur sedemikian rupa sehingga memilii kuaitas yang baik dan telah diuji. Pengaturan software pada distribusi Debian GNU/Linux merupakan hal yang menyenangkan. Dengan lebih dari 15000 paket binary, user bebas untu memilih paket-paket mana saja yang diinginkan, tanpa harus melakukan kompilasi sendiri.
c. Model pengembangan yang sangat baik dan waktu pembuatn yang tidak teburu-buru.
Debian memiliki tiga cabang pengembangan, yaitu :
1) Stable: telah teruji, stabil;, walupun sedikit kuno.
2) Testing; pengujian (dimanapengembangan telah melwati serangkaian pengujian dicabang unstable).
 
2. Partisi swap merupakan partisi atau space harddisk yang dibuat apabila memori komputer (RAM) tidak mencukupi atau terdapat program yang membutuhkan memori virtual yang besar. Partisi swap ini tidak akan digunakan untuk menyimpan data user, namun aakan digunakan untuk membantu memori utama komputer.
 
3. Macam-macam skema partisi pada siste operasi linux apabila digunakan bersama windows :
a. Partisi pertama (primary) untuk Windows
b. Partisi kedua (primary) untuk Linux
c. Parisi ketiga (primary) untuk data Windows dan Linux
d. Partisi keempat (logical) untuk swap.
    Catatan: partisi keempat dalam skema tersebut dalah extended.
 
4. Metode instalasi Debian GNU/Linux
    Terdapat dua metode yang dapat dilakukan, yaitu:
a. Instalasi menggunakan media lokal, baik CD-ROM/DVD-ROM maupun harddisk yang berisikan semua paket Debian. Untuk instalasi menggunakan media lokal, Debian GNU/Linix 3.1 datang dengan 14 CD-ROM atau 2 DVD-ROM. CD-ROM/DVD-ROM pertama bisa digunakan untuk melakukan boot dan maemulai instalasi. Untuk instalasi menggunakan media lokal berupa harddisk, setidaknya CD-ROM/DVD-ROM pertama (atau CD-ROM nestinst) bisa digunakan sebagai media boot.
b. Instalasi lewat jaringan. Untuk instalasi lewat jaringan, Debian GNU/Linux 3.1 datang dengan 1 CD-ROM nestinst (Network Installation), yang dapat digunakan untuk boot dan menginstall sistem minimal (base system).
 
5. Instalasi base system merupakan pemasangan sistem-sistem yang ada pada Installer kedalam komputer sedangkan konfigurasi merupakan pengaturan susunan sistem-sistem yang telah diinstal.

6. Tahap instalasi base sistem
a. Boot method
    Setelah boot dari CD-ROM dilakukan, user akan menjumpai prompt. Pad prompt ini, user bisa memasukkan metode boot dan parameternya. Berikut ini adalah metode boot yang didukung.
1) Linux: memulai instalasi dan merupakan metode default (kernel 2.4)
2) Expert: instalasi dalm model expert untuk kontrol maksimalm (kernel 2.4)
3) Linux26: memulai instalasi menggunakan kernel 2.6
4) Expert26: instalasi dalam modus expert untuk kontrol maksimal (kernel 2.6)

    Untuk parameter yang tersedia, tekanlah tombol F5, F6, dan F7. Tombol F5 akan membawa user ke daftar parameter untuk mesin spesial. Tombol F6 akan membawa user ke parameter untuk berbagi disk controller. Tombol F7 akan membawa user ke daftar parameter untuk debian installer.

 
  Saat ini kita akan menggunakan boot method linux 26, tanpa parameter. Masukanlah linux 26 dan tekanlah ENTER. Kernel akan diinisialisai dan akan terdapat beberapa pesan kesalahan (error atau warning), umumnya dapat diabaikan selama pesan kesalahan tersebut tidak menghentikan instalasi.

b. Memilih bahasa
Langkah pertama setelah pemilihan boot method adalah pemilihan bahasa. Terdapat sangat banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. pilih bahasa yang dikehendaki. Misalnya menggunakan English.

c. Memilih lokasi
Langkah selanjutnya memilih lokasi. Sesuai dengan tempat tinggal Anda.

d. Memilih keyboard map
Pilih American English

e. Pendektesian hardware

f. Pemeriksaan CD-ROM dan eksekusi komponen dabian 
   Pada langkah ini, installer akanmemeriksa CD-ROM, dan mengeksekusi berbagai komponen debian installer. User tidak perlu melakukan apapun.

g. Pendeteksian dan konfigurasi perangkat jaringan.
    Pada langkini installer berupaya mendetreksi perangkat jaringan dan akan mengkonfigurasi perangkat jaringan yang ditemukan dengan DHCP. User tidak perlu melakukan aksi apapun.
  
    Apabila konfigurasi dengan DHCP gagal, maka user bisa mengkonfigurasi perangkat jaringan secara manual. User akan diminta untuk memasukkan data sebagai berikut.
1) IP adress (contoh: 192.168.0.190)

2) Network mask (contoh: 255.255.255.0)

3) Gateway (contoh: 192.168.0.1)

4) Hostname (contoh: server1)

5) Domain name (contoh: example.com)

h. Pendeteksian disk dan pengeditan partisi
Pada langkah ini, installer akan mendeteksi disk (dan harware lain) yang terpasang pada komputer, dan akan menjalankan program untuk mengedit table partisi (partitioner).

    Pada layar utama partitioner, setidaknya user bisa memilih untuk:
1) menghapus semua disk (erase entire disk). JANGAN pilih metode ini apabila telah terdapat data atau sistem operasi lain diharddisk;
2) mengedit table partisi secara manual (manually edit partitiontable). PILIHLAH metode ini.
    Pemilihan pengeditan table ssecara manual akan membawa user kelayar berikut, dimana semua partisi yang dimiliki akan ditampilkan. User kemudian bisa memilih, salah satu partisi yang diinginkan sebagai partisi root.

Setelah selesai mengatur setiap partisi, klik Finish partitioning write change to disk.
Setelah itu installer akan menampilkan konfirmasi terakhir dan partisi mana saja yang akan diformat. Apabila telah yakin, jawablah Yes. Proses pemformatan pun akan dilakukan. User tidak perlu melakukan aksi apapun.

i. Instalasi paket-paket base system

    

j. Instalasi boot loader GRUB
   Sebuah konfirmasi akan ditampilkan untuk instalasi boot loader pada MBR. Umumnya, user akan memilih Yes.

 

k. Instalasi base system selesai
    Selama proses ini, CD-ROM akan di eject dan sebuah konfirmasi akhir akan ditampilkan. Pilihlah continue untuk melanjutkan ke pengaturan akhir, dan reboot ke sistem Debian GNU/Linix 3.1 yang baru saja selesai diinstal.

7. Hack adalah memaksa konfigurasi jaringan untuk menjalankan lagi setelah berkas ini mengalami preconfiguration dimuat dengan menciptakan sebuah “pressed/run” scriptyang berisi perintah killall.sh; netcfg.
 
 
8. Perintah yang digunakan untuk memilih antarmuka tertentu dalam mengkonfigurasi jaringan ialah 
d-i netcfg / choose_interface pilih eth1.
 
9. Fungsi GNOME ialah untuk menyediakan dekstom environment yang mudah dan sederhana mungkin untuk digunakan oleh user.
 
10. Perintah untuk memeriksa apakah DMA masih aktif atau tidak ialah
      /proc/ide/hdc
     
About these ads